Tindak Tutur Dalam Serat Kalatidha Implikasinya dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Jawa di Surakarta (Suatu Kajian Pragmatik)

Mulyoto, (2011) Tindak Tutur Dalam Serat Kalatidha Implikasinya dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Jawa di Surakarta (Suatu Kajian Pragmatik). .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Penelitian yang berjudul “Tindak Tutur dalam Serat Kalatidha Implikasinya dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Jawa Di Surakarta (Suatu Kajian Pragmatik) ini akan mengkaji tindak tutur Ranggawarsita di dalam Serat Kalatidha dengan strategi berfikir hermeneutik dalam perspektif holistik. Strategi berfikir demikian ini dalam rangka untuk menemukan dan mengungkap makna dan maksud yang sesungghnya tindak tutur Ranggawarsita dalam Serat Kalatidha tersebut dengan berpangkal pada kajian faktor-faktor objektif, genetik dan afektif. Kajian faktor objektif dalam rangka menemukan jenis-jenis tindak tutur dalam Serat Kalatidha, beserta aspek-aspeknya seperti jenis-jenis tindak tutur, implikatur dan daya pragmatik, serta bentuk-bentuk kesantunannya guna menghindari FTA (tindakan mengancam muka). Kajian faktor genetik dalam rangka menemukan konteks yang melingkupi dan mempengaruhi tindak tutur Ranggawarsita dalam Serat Kalatidha tersebut yang berupa konteks situasi dan sosiokultural. Kajian faktor afektif dalam rangka menemukan implikasi tindak tutur dan kesantunan tersebut dalam falsafah kehidupan masyarakat Jawa, khususnya masyarakat Jawa di Surakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut kajian akan dilakukan berdasarkan metode simak, catat, dan wawancara mendalam. Sedang teknik analisisnya dilakukan dengan cara interaktif dengan model analisis kontekstual dan metode padan dengan alat penentu referen dan lawan bicara. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi usaha mereaktualisasi dan merevitalisasi nilai-nilai kepribadian asli yang sangat berguna bagi usaha pembinaan mental atau character building bangsa, yang saat ini sedang mengalami degradasi mental dan spiritual. Hasil yang dapat dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Ada enam (6) jenis tindak tutur yang terkandung di dalam serat Kalatidha. Berdasar urutan dominan atau kurang/tidak dominan, tindak tutur tersebut adalah : tindak tutur ekspresif (paling dominan), tindak tutur direktif, tindak tutur verdiktif, tindak tutur asertif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur patis. Sedang tindak tutur performatif tidak ada. 2. Tindak tutur yang dominan adalah tindak tutur ekspresif keluhann yang menunjukkan bahwa Ranggawarsita dalam keadaan sedih, prihatin, karena dalam konteks sebagai pejabat kerajaan yang sudah lama mengabdi tidak mendapatkan penghargaan sebagaimana layaknya. 3. Tindak tutur ekspresif Ranggawarsita mengandung implikatur dan daya pragmatik yang sangat mempengaruhi langkah-langkah kebijakan penguasa. 4. Tindak tutur Ranggawarsita dalam serat Kalatidha, sarat dengan kesantunan yang implikasinya mempengaruhi falsafah kehidupan orang Jawa dewasa ini.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Divisions: Pasca Sarjana > Doktor
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 15 Apr 2014 02:32
    Last Modified: 15 Apr 2014 02:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11052

    Actions (login required)

    View Item