APLIKASI METODE PERSIDANGAN SEMU PADA PEMBELAJARAN HUKUM PERS BAGI PENEGAK HUKUM

Rustamaji, Muhammad and Gunawati, Dewi (2012) APLIKASI METODE PERSIDANGAN SEMU PADA PEMBELAJARAN HUKUM PERS BAGI PENEGAK HUKUM. Yustisia. pp. 1-14.

[img]
Preview
PDF (method, fictitious trial, the press law.) - Published Version
Download (2090Kb) | Preview

    Abstract

    The study aims to obtain a method forlearningpseudo trialpress law forlaw enforcers. The design ofthis study is action research (participatory research actions) that combines legal research and studies in the educationsector. Normativeresearch methods and sociologicalstudies usedappropriate phasing In each year. Thetypes ofdata usedinthis studyincludeprimaryand secondarydata. Data collectionmethods are interviews, questionnaires, and literature. Data processing is carried out through the stages of editing, coding, tabulating. Analysis technique using inductive and deductive thinking .. Observation of actual handling of the case became the foundation for further analysis based on legislation and groove trial. Observationsthus further utilizedto formulate the appropriate method of fictitious courtpress law. In the first year of thisstudy producedfindings: a) identification oftwodominant factors typically by lawenforce mentofficials inthe press dispute,namelythe use of Criminal Code offenses andnegationcase particulari ties press, b). finding of distinctiveness criteria lawenforcementpress located on the rightofreplyand the role of the Press Council in the settlement release applied to the fictitious trial methods, c) learned of discrepanciesinthe prototypemethod fictitious courtpress lawenforcementagainstactualpracticeinthe field ofpress due to the design oflearning in one direction and instructionalissues that are not collabora tive. Furthermore, the results of this study indicate that a) the dominant factor affecting the typical law enforcement officials inthe press dispute actually consists ofthe application of the dominantoffense inthe Criminal Codeas anaffrontlegalsnares for members ofthepress,anddidnotunderstand theuniqueness ofdisputesettlementinthe groove press releases as Actmandatedby the press, b) uniquenessliesinthe settlement conference where the submission ofthe right ofreply, complaintsto the Press Council, untilthe publication of the Press Council rekomendasaithatpreceded the litigatifc) discrepancies prototype artifi cialmethods of learning trials with the reality of law enforcement is due to the instructional design of the course and instructional problems that actuallycan be parsed by the collaborative. Penelitian bertujuan untukmemerolehsuatu metode persidangan semu dalam pembelajaran hukum pers bagi penegakhukum. Desain penelitian ini merupakan penelitian aksi (partisipatori actionsresearch) yang memadukan penelitian hukumdan penelitian di sektorpendidikan. Metode penelitian yuridis normatifmaupun sosiologis digunakan sesuai pentahapan penelitian di setiaptahunnya Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dataprimer dansekunder. Metode pengumpulan datayangialah wawancara, angket, danstudipustaka. Pengolahan data dilaksanakan melalui tahapediting, coding, tabulating. Teknikanalisis menggunakan metode berpikir induktifdandeduktif. Pengamatan penanganan kasus senyatanya menjadi pijakan untukselanjutnya dianalisis berdasarkan perundangan danalur persidangan. Hasil pengamatan demikian selanjutnya dimanfaatkan untuk memformulasikan metode persidangan semu yang sesuai ketentuan hukumpers. Pada tahun pertama penelitian ini menghasilkan temuan: a)teridentifikasinyadua faktordominan tipikal penegakan hukum olehaparat dalamsengketa pers, yaitu penggunaan delikKUHP dan penegasian kekhasan perkara pers; b)ditemukannya kriteria kekhasan penegakkan hukumpersyang terletak pada hakjawab dan peran Dewan Persdalam penyelesaian perkara persyangdiaplikasikan pada metode persidangan semu; c) diketahuinya ketidaksinkronan prototipe metode persidangan semu hukum persterhadap praktik senyatanya penegakan hukum dibidangpers akibatdesain pembelajaransatu arah danpermasalahan instruksional yangtidak kolaboratif. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa a) faktor dominan yangmemengaruhi tipikal penegakan hukumolehaparat dalam sengketa perssejatinya terdiri atas dominannya penerapan delik penghinaan dalam KUHP sebagaijerathukum bagiinsan pers, dan tidak dipahaminya kekhasan penyelesaian sengketa pers dalam alur penyelesaian perkara pers sebagaimanadiamanatkan oleh Undang-Undang pers; b) kekhasan penyelesaian perkarapers terletak padakeberadaan pengajuanhak jawab, pengaduan kepada DewanPers, hinggaterbitnya rekomendasai dari Dewan Pers yang mendahului proses litigatif; c) ketidaksinkronan prototipe metode pembelajaran persidangan semu dengan kenyataan penegakkan hukum lebih disebabkan pada desain pembelajaran satu arah dan permasalahan instruksional yangsejatinyadapat diurai dengan jalan kolaboratif.

    Item Type: Article
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Arissa Aprilia Nurcahyani
    Date Deposited: 15 Apr 2014 00:25
    Last Modified: 15 Apr 2014 00:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10995

    Actions (login required)

    View Item