MODEL PEMBELAJARAN DAN MATERI AJAR UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI LINTAS BUDAYA MAHASISWA ASING DI WILAYAH SURAKARTA

Tarjana, M. Sri Samiati and Nurkamto, Joko and Rochsantiningsih, Dewi (2011) MODEL PEMBELAJARAN DAN MATERI AJAR UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI LINTAS BUDAYA MAHASISWA ASING DI WILAYAH SURAKARTA. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Artikel ini menyajikan bagian ketiga dari suatu upaya untuk menyiapkan program untuk mengembangkan kompetensi komunikas lintas budaya untuk mahasiswa asing yang berminat untuk belajar di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Suatu penelitian tiga tahun dengan rancangan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan (Educational Research and Development ) dilaksanakan dengan pendekatan kerangka ikan (fish-bone approach). Tahun pertama bersifat eksploratif, dan bertujuan untuk mengeksplorasi kasus-kasus penyebab kendala budaya dalam budaya Jawa dan mencari alternatif dalam mengatasinya. Hal itu dipakai sebagai acuan untuk mengembangkan needs analysis dan silabus. Keduanya dipakai sebagai ancangan untuk mengembangkan rancangan prototip materi ajar. Materi tersebut disusun dengan menyajikan kasus lintas budaya dalam berbagai domain, serta langkah-langkah untuk mengembangkan kompetensi komunikasi lintas budaya. Pada tahun kedua, materi ajar tersebut diujicobakan dan direvisi, bersamaan dengan penyusunan model belajar mengajarnya, dengan kegiatan di dalam dan di luar kelas. Kegiatan luar kelas merupakan kegiatan outbond berupa pengalaman nyata dalam seting budaya masyarakat. Uji coba ini mengindikasikan bahwa pengembangan kompetensi lintas budaya perlu dilakukan melalui beberapa tahapan; pengenalan, pengembangan pengetahuan, refleksi dan komparasi dan eksplorasi. Mahasiswa perlu berpartisipasi aktif dalam hal refleksi, komparasi dan diskusi lintas budaya dan membandingkannya dengan budaya mahasiswa asing itu, supaya mereka berangsur-angsur mengembangkan perspektif budaya dari yang bersifat etik ke emik. Akhirnya, pada tahun ketiga materi ajar dan pembelajaran tersebut didesiminasikan dalam lingkup yang lebih luas supaya lebih handal. Suatu buku panduan disusun sebagai acuan kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menunjukan bahwa suatu program orientasi budaya memang diperlukan guna mengembangkan kompetensi lintas budaya dari mahasiswa asing sebagai mahasiswa baru. Selama program orientasi tersebut, mereka perlu merefleksikan pengalaman pribadi dalam budayanya, membahasnya dengan sesamanya, membuat analisis komparatif dari berbagai budaya, serta membagun perspektif budaya baru berdasarkan pengalaman masing-masing. Hal tersebut perlu dilaksanakan melalui partisipasi aktif, belajar secara kolaboratif, dengan menggunakan model pengembangan budaya yang sesuai. Kegiatan belajar budaya di dalam dan luar kelas, berikut materi ajar dan buku panduannya, dapat dipakai untuk menyiapkan mahasiswa asing dalam meningkatkan pemahaman budayanya dalam suatu program orientasi atau bridging program dalam seting budaya Jawa. Kata kunci: kompetensi lintas budaya, perspektif budaya bersifat etik dan emik, program orientasi budaya, kegiatan belajar budaya dalam dan luar kelas (outbound), refleksi, komparasi dan belajar secara kolaboratif, model pengembangan budaya.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 14 Apr 2014 23:25
    Last Modified: 14 Apr 2014 23:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10956

    Actions (login required)

    View Item