PERAN CORPORATE GOVERNANCE DALAM FINANCIAL RISK DISCLOSURE: STUDI EMPIRIS PERBANKAN INDONESIA

DEWI, ARYANE (2011) PERAN CORPORATE GOVERNANCE DALAM FINANCIAL RISK DISCLOSURE: STUDI EMPIRIS PERBANKAN INDONESIA. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (1534Kb)

    Abstract

    ABSTRAKSI ARYANE DEWI F0307001 Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran corporate governance dalam financial risk disclosure pada perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2007-2009. Corporate governance direpresentasikan dengan ukuran dewan komisaris, jumlah rapat dewan komisaris, komposisi komisaris independen, komposisi komite audit independen dan jumlah rapat komite audit. Penelitian ini menggunakan leverage dan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Pengukuran tingkat financial risk disclosure dalam penelitian ini menggunakan teknik scoring sesuai penelitian Oorschot (2009) dengan menggunakan item-item yang terdapat dalam Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No.5/21/DPNP/2003. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009. Sampel tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Rerata tingkat financial risk disclosure sebesar 46,500%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan perusahaan perbankan di Indonesia dalam mengungkapkan informasi mengenai financial risk ternyata masih rendah mengingat financial risk disclosure adalah salah satu pengungkapan wajib (mandatory disclosure) sesuai dengan PSAK No. 31 (revisi 2000), PBI Nomor: 5/8/PBI/2003, PSAK 50 (2006) dan P3LKEPPBANK (2008). Sesuai dengan tujuan penelitian, hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa corporate governance mempengaruhi tingkat financial risk disclosure. Variabel independen (corporate governance) yang mempengaruhi tingkat financial risk disclosure yaitu ukuran dewan komisaris (board size) dan jumlah rapat dewan komisaris. Peran penting dalam melaksanakan corporate governance berada pada dewan komisaris yang berfungsi sebagai pengawas aktifitas dan kinerja bank serta sebagai penasihat direksi dalam memastikan bahwa perusahaan melaksanakan corporate governance yang baik, termasuk financial risk disclosure (Komite Nasional Kebijakan Governance, 2006). Variabel lainnya yaitu komposisi komisaris independen, komposisi komite audit independen dan jumlah rapat komite audit tidak berpengaruh terhadap financial risk disclosure. Kata kunci: corporate governance, financial risk disclosure, perbankan Indonesia

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Desi Arista
    Date Deposited: 30 Aug 2013 17:22
    Last Modified: 30 Aug 2013 17:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10880

    Actions (login required)

    View Item