Pembelajaran fisika dengan pendekatan induktif melalui metode eksperimen dan demonstrasi pada pokok bahasan kalor ditinjau dari kemampuan awal siswa SMA kelas x

Handayani, Tunggal (2009) Pembelajaran fisika dengan pendekatan induktif melalui metode eksperimen dan demonstrasi pada pokok bahasan kalor ditinjau dari kemampuan awal siswa SMA kelas x. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (732Kb)

    Abstract

    Tunggal Purwatisari Handayani. PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA POKOK BAHASAN KALOR DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMA KELAS X .Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya (1) Perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas dan metode demonstrasi disertai pemberian tugas terhadap kemampuan kognitif siswa, (2) Perbedaan pengaruh antara kemampuan awal kategori tinggi, kemampuan awal kategori sedang dan kemampuan awal kategori rendah terhadap kemampuan kognitif siswa, (3) Interaksi antara pengaruh penggunaan pendekatan induktif dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial (2 x 3). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel yang diambil terdiri dari dua kelas yakni kelas X-H berjumlah 40 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-J berjumlah 38 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik dokumentasi. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan kognitif siswa setelah diberi pembelajaran pada pokok bahasan kalor. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data kemampuan awal siswa yang diambil dari nilai ulangan harian sub pokok bahasan Suhu. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan kemudian dilanjutkan dengan uji komparasi ganda metode scheffe. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas dan metode demonstrasi disertai pemberian tugas terhadap kemampuan kognitif siswa. Penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas ternyata memberikan hasil yang lebih baik vdaripada melalui metode demonstrasi disertai pemberian tugas. (Fa = 16.918 > F0,05;1,72 = 3,97). (2) Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa. Kemampuan awal Fisika yang tinggi memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding dengan kemampuan awal Fisika yang sedang dan rendah .(Fb = 6.811 > F0,05;2,72 = 3,13) (3) Tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas dan demonstrasi disertai pemberian tugas dengan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan kognitif siswa. (FAB = 0.213 < F0,05;2,72 = 3,13) Sedangkan uji lanjut anava dengan metode Scheffe dapat disimpulkan bahwa (1) Komparasi rerata antar baris terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas dengan metode demonstrasi disertai pemberian tugas terhadap kemampuan kognitif siswa pada sub pokok bahasan suhu dengan harga (Fa = 16.918 > F0,05;1,72 = 3,97). Rerata kemampuan kognitif siswa yang menggunakan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas X A1 =73.5250. Sedangkan rerata kemampuan kognitif yang menggunakan pendekatan induktif melalui metode demonstrasi disertai pemberian tugas X A 2 = 67.1316 .(2) Komparasi rerata antar kolom terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal tinggi , sedang dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada sub pokok bahasan kalor dengan harga FB12 = 4.841 > F0.05;1.76 = 3.97. Rerata kemampuan kognitif siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi X B1 = 74.1250 , rerata kemampuan kognitif siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang X B 2 = 70.3333 sedangkan rerata kemampuan kognitif siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah X B 3 = 66.7917. Implikasi dari hasil penelitian adalah bahwa pembelajaran Fisika dengan pendekatan induktif menggunakan metode eksperimen disertai pemberian tugas memberikan pengaruh yang lebih baik daripada menggunakan metode demonstrasi disertai pemberian tugas sehingga faktor ini perlu diperhatikan. Selain itu kemampuan awal siswa kategori tinggi akan memberikan kemampuan vikognitif yang lebih baik dibanding dengan kemampuan awal siswa kategori sedang dan rendah. Kemampuan awal siswa kategori sedang akan memberikan kemampuan kognitif Fisika yang lebih baik daripada kemampuan awal siswa kategori rendah pada sub pokok bahasan Kalor siswa SMA Negeri 4 Surakarta kelas X semester II.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Depositing User: neno sulistiyawan
    Date Deposited: 26 Aug 2013 04:29
    Last Modified: 26 Aug 2013 04:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10647

    Actions (login required)

    View Item