ANALISIS EFISIENSI EKONOMI USAHATANI WORTEL (Daucus Carrota) DI KABUPATEN KARANGANYAR

SUNDARI,, MEI TRI (2008) ANALISIS EFISIENSI EKONOMI USAHATANI WORTEL (Daucus Carrota) DI KABUPATEN KARANGANYAR. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (1346Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap usahatani wortel, mengetahui skala usahatani wortel dan mengetahui alokasi penggunaan faktor produksi tersebut dalam memenuhi syarat efisiensi ekonomi di Kabupaten Karanganyar. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, yaitu suatu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi yang menggunakan kuisioner sebagai alat pengambilan data yang pokok Penelitian ini menggunakan metode “Multistage Sampling Tehnique”, yaitu dipilih 5 kecamatan yang memproduksi wortel yaitu Kecamatan Jatiyoso, Tawangmangu, Ngargoyoso, Karangpandan,dan Jenawi, dari kecamatan tersebut dipilih desa yang menghasilkan wortel secara acak. Pemilihan sampel dari tiap desa menggunakan metode ”Simple Random Sampling” yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana dari tiap desa. Hubungan antara faktor-faktor produksi wortel dan jumlah produksi wortel dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass diperoleh model swbagai berikut : Y = 2,428 X1 0,152 X2 0,282 X3 0,112 X4 0,144 X5 0,160 X6 0,177 Dari hasil analisis diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,602. Hal ini berarti bahwa 60,2 % variasi hasil produksi wortel dipengaruhi oleh jumlah bibit, pupuk kandang, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, pestisida dan luas lahan, sedangkan sisanya yang 39,8 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Hasil Uji F menunjukkan bahwa jumlah bibit, pupuk kandang, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, pestisida dan luas lahansecara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi wortel. Hasil Uji t menunjukkan bahwa jumlah bibit, pupuk kandang, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, pestisida dan luas lahan secara individual juga berpengaruh terhadap produksi wortel di Kabupaten Karanganyar. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa skala usaha pada usahatani wortel di Kabupaten Karanganyar sebesar 1,028 (lebih besar dari satu), ini berarti bahwa proporsi penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang proporsinya lebih besar atau sering disebut dengan ”Increasing return to scale” . Hal ini berarti apabila semua faktor produksi ditambah satu persen secara bersama-sama, menyebabkan kenaikan produksi wortel sebesar 1,028, dengan demikian petani masih dapat memperbesar pendapatannya dengan menambah semua faktor produksi. yang digunakan. Efisiensi dapat tercapai saat petani menggunakan faktor produksi yang meliputi luas lahan sebesar 0,8606 Ha, tenaga kerja sebesar 202,06 HKP, pupuk organik/kandang sebesar 12.338,4 kg, pupuk anorganik sebesar 945,93 kg, pestisida sebesar 25,30 liter dan benih sebesar 83,85 kg.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ekonomi dan Studi Pembangunan
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 24 Aug 2013 03:31
    Last Modified: 24 Aug 2013 03:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10558

    Actions (login required)

    View Item