IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN KLATEN DALAM PROGRAM PERLINDUNGAN LAHAN PANGAN BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PANGAN

FAHMI, M. ANIQUL (2010) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN KLATEN DALAM PROGRAM PERLINDUNGAN LAHAN PANGAN BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PANGAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (150Kb)

    Abstract

    Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji penetapan kawasan pangan di Kabupaten Klaten yang merupakan bagian dari penetapan rencana tata ruang kawasan di wilayah Desa/Kabupaten sudah sesuai dengan UU No. 41 tahun 2009 serta yntuk mengkaji faktor-faktor yang menjadi kendala penetapan kawasan pangan sebagai lahan abadi dan solusi mengatasi kendala yang dihadapi. Berdasarkan fakta, upaya pencegahan konversi lahan sawah sulit dilakukan, karena lahan sawah merupakan private good yang legal untuk ditransaksikan. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan hanya bersifat pengendalian. Pengendalian yang dilakukan sebaiknya bertitik tolak dari faktor-faktor penyebab terjadinya konversi lahan sawah, yaitu faktor ekonomi, sosial, dan perangkat hukum. Namun hal tersebut hendaknya didukung oleh keakuratan pemetaan dan pendataan penggunaan lahan yang dilengkapi dengan teknologi yang memadai Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis yuridis sosiologis, sifat penelitian adalah bersifat deskriptif, sumber data yang digunakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi dan wawancara. Metode analisis data menggunakan analisa data kualitatif Hasil penelitian diperoleh hasil sebagai brikut : 1) Strategi yang dilakukan di Kabupatomyces hansenii. Debaryomyces hansenii memerlukkan urea sebagai sumber nitrogen pada proses fermentasi. Optimasi produksi xilitol dilakukan dengan penambahan urea dengan variasi konsentrasi yaitu 5 ml, 10 ml dan 15 ml. Konsentrasi xilosa dan xilitol dalam media fermentasi selama 4 hari kultivasi diukur dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa urea dapat digunakan sebagai sumber nitrogen pada produksi xilitol dengan hasil xilitol optimal sebesar 70,52 % diperoleh dengan penambahan 15 mL urea 1 % pada hari ketiga kultivasi. Kata kunci: biokonversi, xilosa, xilitol, urea, Debaryomyces hansenii

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: muhammad majaduddin
    Date Deposited: 23 Aug 2013 22:39
    Last Modified: 23 Aug 2013 22:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10502

    Actions (login required)

    View Item