PENENTUAN LOKASI JARINGAN MINIMARKET DI KOTA SURAKARTA DENGAN BERBASIS PADA NETWORK LOCATION MODEL

HADIYANTI, RINI (2009) PENENTUAN LOKASI JARINGAN MINIMARKET DI KOTA SURAKARTA DENGAN BERBASIS PADA NETWORK LOCATION MODEL. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (1146Kb)

    Abstract

    Di Kota Surakarta terdapat 30 gerai minimarket yang terdiri dari 26 gerai minimarket waralaba yaitu 13 gerai Alfamart dan 13 gerai Indomaret, dan 4 gerai minimarket lokal yaitu 2 gerai S Mart, 1 gerai SFA Toserba, dan 1 gerai Ass Gross. Lokasi minimarket-minimarket tersebut tidak merata karena diketahui beberapa minimarket berlokasi terlalu dekat dengan minimarket lain maupun dengan pasar tradisional. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak adanya aturan mengenai jarak antara minimarket satu dengan lainnya ataupun jarak antara minimarket dengan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan lokasi pendirian gerai baru kepada pihak pemilik minimarket dalam memperluas jaringan minimarketnya di Kota Surakarta dengan mempertimbangkan lokasi minimarket dan pasar tradisional yang sudah ada. Dalam penentuan lokasi gerai minimarket baru sebaiknya mempertimbangkan jarak terhadap minimarket dan pasar tradisional yang ada. Pengaturan jarak antar minimarket diperlukan agar pendiriannya tidak terlalu dekat satu sama lain sehingga mencegah timbulnya persaingan yang tidak sehat. Pengaturan jarak dengan lokasi pasar tradisional turut dijadikan pertimbangan karena apabila minimarket berlokasi terlalu dekat dengan pasar tradisional dikhawatirkan dapat mengganggu kelangsungan pasar tradisional mengingat saat ini masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern daripada pasar tradisional (Solopos, 2005). Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah lokasi minimarket umumnya didirikan dekat dengan tepi jalan umum/network. Hal ini berkaitan dengan visibility (keterlihatan), yaitu mudah terlihatnya gerai ataupun papan nama minimarket oleh konsumen (Hendri Ma’ruf, 2006). Masalah penentuan lokasi minimarket tersebut merupakan masalah yang saling berkaitan karena mempertimbangkan banyak faktor-faktor seperti biaya investasi, besarnya potensi permintaan, biaya transportasi, jarak dengan minimarket disekitar, dan jarak dengan pasar tradisional. Oleh karena itu, masalah dalam penelitian ini akan diselesaikan dengan pemodelan matematik optimasi khususnya dengan berbasis pada network location model. Model ini menggunakan titik-titik yang dapat dianggap sebagai demand/konsumen ataupun usulan lokasi baru yang dihubungkan dengan jalan. Referensi model yang digunakan adalah model mixed integer programming dalam jurnal yang dikembangkan oleh Sanjay Melkote dan Mark S. Daskin (2001). Dengan menggunakan model ini diharapkan diperoleh usulan lokasi minimarket baru yang tepat dengan mempertimbangkan lokasi minimarket yang sudah ada dan lokasi pasar tradisional.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: muhammad majaduddin
    Date Deposited: 23 Aug 2013 21:58
    Last Modified: 23 Aug 2013 21:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10495

    Actions (login required)

    View Item