PENGARUH PEMBERIAN MINYAK WIJEN (SESAMUM INDICUM LINN.) DENGAN COLD PRESS BERTINGKAT TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS LAMBUNG MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI ASPIRIN

Ade Diamita, Amalia (2009) PENGARUH PEMBERIAN MINYAK WIJEN (SESAMUM INDICUM LINN.) DENGAN COLD PRESS BERTINGKAT TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS LAMBUNG MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI ASPIRIN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (250Kb)

    Abstract

    Tanaman obat yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah wijen. Wijen mempunyai peran yang penting bagi kesehatan manusia. Biji wijen mengandung phytic acid dan tanin (Mukhopadhyay, 2001). Tanin sebagai astringen berperan dalam melindungi mukosa lambung dari kerusakan (Wahyudi, 2005). Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat dan asam linoleat, 8-10% asam lemak jenuh, dan sama sekali tidak mengandung asam linolenat. Minyak biji wijen juga kaya akan vitamin E (Schuster, 1992). Kandungan antioksidan dalam minyak wijen, antara lain vitamin E; sesamin; dan sesamolin, dapat menghambat peroksidasi 3 lipid dengan mengikat radikal bebas dan membantu menjaga integritas membran sel (Okuma et al., 1980). Standar virginitas minyak wijen dapat dicapai jika ekstraksi (pengepresan) biji wijen dilakukan pada suhu proses kurang dari 45°C atau yang sering disebut sebagai teknik cold press (Handajani, 2006). Hal itu disebabkan karena pengaruh kenaikan suhu proses memang nyata terhadap kecenderungan penurunan aktivitas antioksidan minyak wijen (Handajani, dkk, 2005 ; Katzer, 1994) maupun kandungan tokoferol, sesamin, dan sesamolin sebagai antioksidan (Yoshida dan Kajimoto, 1994). Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS), yaitu aspirin. Ada 2 mekanisme utama patogenik utama kerusakan mukosa gastrointestinal karena OAINS. Yang pertama efek topikal yang menyangkut “uncoupling of mitochondrial oxidative phosphorylation “ dan peningkatan permeabilitas. Yang kedua adalah efek sistemik yang menginhibisi cyclo-oxigenase-1 (COX-1) (Simadibrata, 2005). Sebagai pembanding khasiat dari minyak wijen, pada penelitian ini akan digunakan antasid. Antasid berperan sebagai astringen (Rezal, 2005) serta meningkatkan pH lambung (Ganiswara, 2004). Dengan adanya peningkatan pH lambung maka keasaman lambung akan berkurang, oleh karena itu antasid dapat mengurangi kerusakan mukosa lambung yang diakibatkan karena sekresi asam lambung yang berlebihan. Efek ini juga dimiliki minyak wijen. Penelitian ilmiah tentang minyak wijen di Indonesia masih sangat sedikit, padahal wijen merupakan tanaman yang banyak ditemukan di seluruh 4 pelosok Nusantara. Hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi peneliti untuk mengetahui lebih mendalam mengenai manfaat minyak wijen, terutama kegunaannya dalam pengobatan radang lambung. Peneliti ingin mengetahui peranan dan khasiat minyak wijen dalam memperbaiki kerusakan mukosa lambung yang diakibatkan oleh penggunaan aspirin.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: muhammad majaduddin
    Date Deposited: 23 Aug 2013 21:34
    Last Modified: 23 Aug 2013 21:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10491

    Actions (login required)

    View Item