PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN REMAJA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Seks Pranikah Di Kalangan Remaja Kota Surakarta)

SALISA, ANNA (2010) PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN REMAJA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Seks Pranikah Di Kalangan Remaja Kota Surakarta). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (1304Kb)

    Abstract

    ANNA SALISA. D3205007. Februari 2010. PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Terhadap Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta). Penelitian ini didasari keinginan untuk mengetahui tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja Kota Surakarta dan mendeskripsikan secara mendalam tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Sumber data diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara dengan informan atau narasumber remaja dan mahasiswa-mahasiswa yang masuk dalam kategori remaja dan para praktisi bidang agama dan akademik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Indepthinterview, observasi dan dokumen. Validitas data menggunakan Triangulasi metode dimana peneliti membandingkan temuan data yang diperoleh dengan menggunakan suatu metode tertentu. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif, tiga komponen yakni reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan dilakukan berbentuk interaksi dengan proses pengumpulan data sebagai proses siklus. Perilaku seks pranikah sudah menjadi fenomena di kalangan remaja, tak terkecuali di Kota Surakarta. Faktor-faktor penyebab munculnya perilaku seks pranikah beradasarkan hasil penelitian diantaranya adalah 1) Kegagalan fungsi keluarga, hal ini memicu mereka untuk berperilaku bebas bahkan melanggar norma sekalipun, karena merasa tidak ada yang peduli atau mencegah hal tersebut. 2) Pengaruh media, hal tersebut menunjukkan bahwa media sangat berpengaruh terhadap perilaku seks pranikah. 3) Rendahnya pendidikan nilai-nilai agama, hal tersebut nampak dari pendapat para responden yang mengakui bahwa mereka masih belum memahami pendidikan agama yang mereka peroleh selama ini. Ini menunjukkan bahwa pendidikan agama yang mereka peroleh selama duduk di bangku sekolah sangat minim. Upaya pencegahan perilaku seks bebas dapat dilakukan dengan 1) Secara intern (dari dalam), yaitu harus menanamkan pada diri sendiri, dan keyakinan yang tulus untuk melaksanakan ajaran Islam secara utuh dan murni. Kesadaran tersebut tentunya didukung dengan memperbanyak membaca buku-buku keagamaan, sering menghadiri acara pengajian dan seminar keagamaan, berkumpul/mencari temanteman yang tepat misalnya yang rajin menjalankan ibadah dan yang rajin dan menjalankan ibdah dan yang pengetahuan agamanya lebih tinggi sehingga dapat mengingatkan kita jika berbuat salah. 2) Secara extern (dari luar) yaitu perubahan itu juga harus didukung dari luar. Dukungan itu bisa dari keluarga (orang tua) yaitu dengan menerapkan kedisiplinan beragama sejak dini, menciptakan lingkungan tempat tinggal yang agamis.. Kemudian dari lingkungan dengan mengikuti kegiatankegiatan keagamaan misalnya di kampus seperti UKMI, SKI yang mempunyai kajian keagamaan secara kontinyu.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: muhammad majaduddin
    Date Deposited: 23 Aug 2013 18:24
    Last Modified: 23 Aug 2013 18:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10458

    Actions (login required)

    View Item