EKSISTENSI WANITA JAWA DALAM NOVEL SARUNGE JAGUNG KARYA TRINIL S. SETYOWATI (Sebuah Kritik Sastra Feminis)

Ningsih, Tri Purnama (2011) EKSISTENSI WANITA JAWA DALAM NOVEL SARUNGE JAGUNG KARYA TRINIL S. SETYOWATI (Sebuah Kritik Sastra Feminis). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (1089Kb)

    Abstract

    Tri Purnama Ningsih. C0104041. 2010. Eksistensi Wanita Jawa dalam Novel Sarunge Jagung Karya Trinil S. Setyowati (Sebuah Kritik Sastra Feminis). Skripsi: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Karya sastra Jawa sebagai karya seni tidak cukup hanya dinikmati keindahannya saja. Lebih jauh dari itu perlu pula mendapatkan perhatian secara ilmiah, yaitu melalui suatu kajian ilmiah yang bertujuan untuk mengangkat semua aspek yang terkandung di dalamnya, melalui cara-cara atau pola pemikiran ilmiah yang berlaku, salah satunya adalah novel karya Trinil S. Setyowati yang berjudul Sarunge Jagung. Masalah yang dikaji mencakup tiga hal yaitu : (1) Bagaimanakah unsurunsur struktur yang meliputi tema, alur, penokohan, latar serta amanat yang terdapat dalam novel Sarunge Jagung? (2) Bagaimanakah citra tokoh utama dalam novel Sarunge Jagung karya Trinil S. Setyowati? (3) Bagaimanakah sikap Trinil S. Setyowati dalam memandang kedudukan, peran, dan fungsi wanita dalam masyarakat? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan unsur-unsur struktural yang meliputi tema, alur, penokohan, latar serta amanat yang terdapat dalam novel Sarunge Jagung.(2) Menjabarkan dan menganalisis citra tokoh utama dalam novel Sarunge Jagung karya Trinil S. Setyowati. (3) Mengungkap sikap Trinil S. Setyowati dalam memandang kedudukan, peran, dan fungsi wanita dalam masyarakat. Manfaat dari penelitian ini secara teoretis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kritik sastra feminis dan menambah khasanah penelitian sastra Jawa. Penelitian ini menghasilkan suatu ulasan tentang sikap wanita dari sudut pandang kajian kritik sastra feminis. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi mengenai idealisme perjuangan wanita di dalam menghadapi problem kehidupan dalam masyarakat dan dapat dimanfaatkan oleh penelitian lain yang mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan yang lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) pendekatan struktural meliputi tema, alur/plot, penokohan, latar/setting dan amanat. (2) pendekatan kritik sastra feminis yaitu kritik sastra yang lebih menyoroti pada tradisi sastra pada khususnya terutama berkenaan dengan tokoh wanita, seperti pengalaman wanita yang terungkap di dalamnya dan kemungkinan adanya penulisan khas wanita. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif, sumber data tulis sebagai data primer yaitu novel Sarunge Jagung karya Trinil S. Setyowati. Sumber data lisan sebagai data sekunder berasal dari informan yaitu pengarang. Data yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu data primer adalah rangkaian cerita novel yang meliputi unsur-unsur intrinsik yang meliputi tema, amanat, penokohan, alur dan setting, sedang data sekunder diperoleh dari hasil wawancara dengan pengarang novel Sarunge Jagung yaitu Trinil S. Setyowati, artikel-artikel, tulisantulisan yang berkaitan dengan pengarang, termasuk juga rekaman, dokumentasi berupa foto, dan biografi pengarang. Teknik pengumpulan data ialah teknik analisis struktural, teknik wawancara dengan pengarang novel Sarunge Jagung yaitu Trinil S. Setyowati dan studi pustaka dengan menggunakan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yaitu reduksi, sajian data dan kesimpulan. Penelitian ini menyoroti kaum perempuan tentang bagaimana kaum perempuan menghadapi permasalahan dalam hidupnya, serta kemungkinan adanya cara penulisan khas wanita. Perempuan mempunyai cara tersendiri untuk mengekspresikan diri yang berlawanan dengan cara bagaimana kaum pria menggambarkan pandangan mereka melalui bahasa dan wacana mereka. memberikan penilaian mengenai bagaimana kaum perempuan merasa, berpikir, dan bertindak serta bagaimana kaum perempuan pada umumnya menanggapi kehidupan yang terdapat di dalam sebuah karya sastra. Hasil analisis penelitian ini dapat disimpulkan (1) unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Sarunge Jagung karya Trinil S. Setyowati adalah suatu keterjalinan, sehingga membentuk kebulatan atau totalitas. Cerita yang menampilkan feminisme tentang kehidupan seorang kaum wanita Jawa yang tidak kalah dalam hal pendidikan dan pekerjaan dengan kaum lelaki walaupun dilanda permasalahan yang cukup berat dalam mencari pasangan hidup. (2) Citra wanita dalam novel Sarunge Jagung karya Trinil S. Setyowati menunjukkan tentang sosok wanita cerdas, pandai bergaul, disiplin, pantang menyerah, beriman dan mempunyai perilaku yang baik. Kaum perempuan itu harus mandiri, bahwa dalam hal pendidikan, pekerjaan, asmara, dan kehidupan rumah tangga sebenarnya kaum perempuan itu tidak kalah dengan kaum laki-laki. (3) Sikap pengarang dalam memandang peran, fungsi, dan kedudukan wanita di masyarakat yaitu, pria dan wanita mempunyai peranan yang sama dalam menikmati hasil pembangunan. Hak yang sama di bidang pendidikan misalnya, anak pria dan wanita mempunyai hak yang sama untuk dapat mengikuti pendidikan sampai pada jenjang yang lebih tinggi. Selanjutnya, kewajiban yang sama untuk mancari nafkah dengan suaminya dalam upaya memenuhi beragam kebutuhan rumah tangga. Dengan begitu, kedudukan wanita dalam masyarakat akan dipandang setara dengan laki-laki.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Noreka Destiana
    Date Deposited: 23 Aug 2013 17:24
    Last Modified: 23 Aug 2013 17:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10444

    Actions (login required)

    View Item