STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI BREM DI KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN WONOGIRI

GUSNANTO, ARI (2011) STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI BREM DI KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN WONOGIRI. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (1126Kb)

    Abstract

    Sentra industri brem di Kecamatan Nguntoronadi potensial dikembangkan menjadi salah satu kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Wonogiri. Eksistensi sentra ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah dalam penyerapan tenaga kerja dan memicu tumbuh kembang beberapa bentuk usaha pendukung terkait. Upaya pengambangan terhadap sentra ini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dalam pengembangan sentra industri brem di Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri, kemudian merumuskan alternatif strategi dan menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra industri brem tersebut. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analitis. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), di Desa Bumiharjo dan Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Di dua desa inilah terdapat satu-satunya sentra industri brem di lingkup wilayah Kabupaten Wonogiri. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, (2) matriks SWOT digunakan untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan sentra industri brem, dan (3) matriks QSP untuk menentukan prioritas strategi pengembangan sentra industri brem. Dalam pengembangan sentra industri brem di Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri, faktor-faktor yang menjadi kekuatan adalah para pengusaha yang berpengalaman, terdapat labour pool, terdapat komunitas agen pemasaran/bakul, terdapat paguyuban pengrajin dan bakul, serta terdapat knowledge spill-over. Faktor-faktor yang menjadi kelemahan adalah para pengusaha kurang inovatif, upaya promosi kurang, kualitas kepingan brem kurang rapi dan kurang higienis, kemasan kurang menarik, serta belum tercipta aksi bersama. Faktor-faktor yang menjadi peluang adalah permintaan tinggi, kebutuhan bahan untuk produksi terjamin, perhatian pemerintah berupa bantuan teknis dan keuangan, perkembangan teknologi pengolahan pangan, serta perkembangan teknologi informasi. Faktor-faktor yang menjadi ancaman adalah fluktuasi harga bahan baku, inovasi produk pesaing sejenis, promosi produk pesaing tak sejenis, alokasi anggaran pemerintah terbatas, serta dampak buruk musim penghujan (cuaca). Alternatif strategi yang dapat diterapkan antara lain: meningkatkan peran agen pemasaran untuk memperluas dan memperkuat jaringan pemasaran, meningkatkan kerjasama antar pengusaha dalam berbagi informasi gagasan dan pemecahan masalah bersama, serta memanfaatkan bantuan teknis dan keuangan lembaga pemerintah untuk memperbaiki kualitas SDM dan memperkuat permodalan sentra guna meningkatkan kemampuan produksi. Strategi yang mendapat prioritas utama untuk diterapkan adalah memanfaatkan bantuan teknis dan keuangan lembaga pemerintah untuk memperbaiki kualitas SDM dan memperkuat permodalan sentra guna meningkatkan kemampuan produksi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Users 854 not found.
    Date Deposited: 23 Aug 2013 02:58
    Last Modified: 23 Aug 2013 02:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10403

    Actions (login required)

    View Item