” PERAN REPORTER DALAM PENAYANGAN BERITA DI TVRI STASIUN JOGJAKARTA”

Pratiwi, Mukti Hening (2010) ” PERAN REPORTER DALAM PENAYANGAN BERITA DI TVRI STASIUN JOGJAKARTA”. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (905Kb)

    Abstract

    Dengan kemajuan jaman, televisi hadir dengan keunikan berbeda dari media massa lain, baik elektonik(radio) maupun media cetak(koran,majalah), karena selain dapat dilihat(visual), media televisi juga dapat didengar(audio). Televisi merupakan perpaduan antara tiga komponen yang sering disebut trilogi televisi, yakni studio televisi, pemancar(transmission), dan pesawat penerima(receiver). Komponen tersebut yang membuat media televisi dapat menayangkan informasi dari berbagai belahan dunia. JB Wahyudi dalam bukunya yang berjudul jurnalistik televisi(1984:1-2) mengungkapkan bahwa televisi bermula dari ditemukannya Electrise Telescope sebagai perwujudan gagasan seorang mahasiswa Berlin, Paul Nipkow untuk mengirim gambar melalui udara dari suatu tempat ke tempat lain. Hal tersebut terjadi antara tahun 1883-1884. Tanpa mengurangi peranan para ahli lain yang saat itu juga melakukan penelitian serupa, seperti Le Blanc, Brillouin, Dussand di Paris, Heinrich Herz di Jerman, maka Paul Nipkow dengan penemuannya “ Nipkow Disk” atau Jantra Nipkow” mempunyai kelebihan dan wajar bila dunia mengakuinya sebagai”Bapak Televisi” Setelah perjalanan panjang, dunia pertelevisian dikenal istilah “jurnalistik televisi”. Dari istilah tersebut kemudian muncul berbagai program acara televisi, salah satunya adalah program berita(News). Dikutip dari pusat pemberitaan TVRI dalam Dokumen TVRI (1965:1) berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian dari sejumlah orang. Definisi lain, diungkapkan oleh Soewardi Idris dalam buku Jurnalistik Televisi (1987:142) berita merupakan laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas. Masih banyak para ahli jurnalistik lain yang memberikan pengertian tentang berita, namun hampir semua berpendapat bahwa unsur yang di kandung dalam berita meliputi cakupan dari kedua pendapat diatas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berita adalah suatu fakta atau ide atau opini aktual yang menarik dan akurat serta dianggap penting bagi khalayak. Pusat Pemberitaan TVRI dalam websitenya www.TVRI JOGJA.com mengenai sejarah TVRI dijelaskan kemunculan stasiun televisi di Negara Republik Indonesia diawali dengan gagasan para cendikia yang dipimpin oleh R.M. Sunarto, bertujuan untuk mengabarkan peristiwa- peristiwa kenegaraan kepada rakyat. Sesuai dengan nama Negara Republik Indonesia, stasiun televisi tersebut bernama Televisi Republik Indonesia(TVRI). TVRI dibangun pada tanggal 23 Oktober 1961. Pendirian ini berkenaan dengan peristiwa ASIAN GAMES IV dan mulai dioperasikan saat meliput upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1962. Sejak saat itu pula TVRI menjadi stasiun pusat pemberitaan. TVRI mulai memperluas jangkauan siar, salah satunya di Daerah Istimewa Jogjakarta, yang dikenal dengan sebutan TVRI Jogja. TVRI Jogja merupakan bagian dari pemberitaan dengan jangkauan wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta, dan sebagian wilayah propinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Klaten, Sebagian Purworejo, Karanganyar dan Boyolali. Sebagai stasiun pemberitaan, TVRI Jogja senantiasa menerapkan kode etik jurnalistik dalam pelaksanaan tugas jurnalismenya. Dalam penyajian acara berita, TVRI Jogja selayaknya memberikan informasi terbaru di wilayah Jogjakarta dan sekitarnya. Pada program pemberitaan terbagi dua, yaitu Yogyawarto dan Berita Jogja. Yogyawarto adalah program berita yang disajikan dengan pengantar bahasa jawa, penayangan pada pukul 15.00 WIB selama 30 menit. Sedangkan Berita Jogja adalah program berita yang disajikan menggunakan pengantar bahasa Indonesia, dengan penayangan hari Senin-Jumat pada pukul 17.00 WIB selama 60 menit. Sedangkan hari Sabtu-Minggu pada jam yang sama selama 30 menit. Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Media(KKM) di TVRI Jogja karena selain lokasi dekat, TVRI Jogja merupakan stasiun televisi yang telah lama berdiri yakni sejak tahun 1964,dan memiliki peranan besar dalam mengembangkan daerah Jogjakarta lewat media. Dalam pelaksanaan KKM, penulis berkesempatan masuk pada bagian pemberitaan dan memfokuskan pada peran reporter. Hal tersebut karena ketertarikan penulis terhadap dunia jurnalistik. Alasan lain karena pentingnya peran reporter dalam penayangan berita, dengan kata lain berita tidak dapat disajikan tanpa peran reporter yang mencari fakta ,menggalinya hingga menjadi berita dan disajikan ke hadapan khalayak. Asal kata ”Reporter” adalah “report” dalam bahasa Inggris, berarti laporan sedangkan akhiran –er menunjukkan pelaku. Reporter adalah orang yang bertugas melaporkan fakta dari suatu peristiwa yang ada di lapangan dan mengolahnya menjadi informasi yang bernilai berita dan layak disiarkan kepada khalayak. Reporter secara cepat mengumpulkan informasi, menentukan lead berita, menulis berita dan melaporkannya baik secara langsung maupun rekam dalam bentuk paket yang akan disiarkan. Reporter harus memiliki stamina yang baik dan motivasi tinggi. Hal itu dikarenakan dalam pelaksanaan tugas dituntut bergerak cepat dan tidak kenal waktu(tidak ada hari libur). Selain kedua hal tersebut, reporter harus ditunjang dengan wawasan yang luas dan kepekaan(insthink) terhadap situasi agar memudahkan menggali fakta yang menarik dan mengembangkannya menjadi informasi yang bernilai berita. Dikutip dari Pusat Pemberitaan TVRI dalam Dokumen TVRI (1965:2), dalam menggali informasi reporter tetap mengacu pada unsur berita yang telah ada, yakni: 1. Waktu yang tepat(Timelines) 2. Kedekatan(Proximity) 3. Orang yang terkemuka(Prominence) 4. Akibat(Consequence) 5. Pertentangan(Conflict) 6. Pembangunan(Development) 7. Bencana dan Kriminal(Dissaster & Crimes) 8. Cuaca(Weather) 9. Olahraga(Sport) 10. Human Interest Dalam pelaksanakan KKM ini, penulis ingin mengetahui peran reporter dalam rangkaian menggali fakta, menentukan narasumber, serta merangkainya menjadi informasi yang bernilai berita dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dapat

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > D3 - Manajemen Administrasi
    Depositing User: BP Mahardika
    Date Deposited: 22 Aug 2013 01:01
    Last Modified: 22 Aug 2013 01:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10332

    Actions (login required)

    View Item