KUALITAS PEMBELAJARAN KELAS REGULER DAN KELAS IMERSI DI SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010

HANTI, RESTI ELFIA (2010) KUALITAS PEMBELAJARAN KELAS REGULER DAN KELAS IMERSI DI SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1575Kb)

    Abstract

    Resti Elfia Shanti. KUALITAS PEMBELAJARAN KELAS REGULER DAN KELAS IMERSI DI SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran pada kelas regular dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta, (2) kualitas guru yang mengajar di kelas regular dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta, (3) kualitas siswa pada kelas regular dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta, (4) penyelenggaraan proses belajar mengajar di kelas reguler dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan berasal dari informan, arsip, dan dokumen serta tempat penelitian di SMA Negeri 4 Surakarta. Obyek penelitian ini adalah di SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Validitas data yang digunakan adalah trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif yang bergerak diantara tiga aspek yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Penyediaan sarana dan prasarana pada kelas regular dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta dapat dikatakan memadai berdasarkan standar pemerintah yakni PP No 19 Tahun 2005 yang dijabarkan dalam Lampiran Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007. Dalam pengadaaan sarana dan prasarana kelas reguler dan kelas imersi terdapat sedikit perbedaan yaitu tersedianya LCD dan televisi di setiap kelas imersi sedangkan di reguler tidak semua kelas tersedia fasilitas tersebut, tetapi pada dasarnya sarana dan prasarana umum di SMA Negeri 4 Surakarta dapat digunakan baik siswa kelas reguler maupun kelas imersi. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan terhadap sarana dan prasarana, yakni mengadakan kontrol setiap saat, menugaskan pegawai khusus untuk menjaga prasarana yang ada, mengadakan perbaikan apabila terjadi kerusakan, melakukan pemugaran terhadap sarana dan prasarana yang masih layak pakai. (2) Kualifikasi guru yang mengajar di SMA Negeri 4 Surakarta berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 28 dan 29 tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan terdapat kesesuaian dengan kenyataan di lapangan sehingga dapat dikatakan bahwa guru- guru di SMA Negeri 4 Surakarta adalah guru-guru yang kualitasnya baik. Sedangkan untuk guru yang mengajar di kelas imersi ada tambahan standar khusus yaitu guru reguler yang dipandang mampu menggunakan Bahasa Inggris, namun kualitas guru imersi dapat dikatakan cukup baik karena beberapa guru dianggap belum memenuhi target yang diharapkan oleh pihak sekolah. Upaya- upaya yang dilakukan dalam menjaga kualitas guru reguler yaitu dengan monitoring, supervisi dan evaluasi, sedangkan untuk meningkatkan kualitas guru imersi SMA Negeri 4 Surakarta mengadakan seleksi pada saat penempatan yang bekerja sama dengan LIA, mendatangkan native speaker dari luar negeri dan pengajar Bahasa Inggris dari LPIA. (3) Kualitas siswa pada kelas regular dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta dapat dikatakan baik karena ada proses sosialisasi yang masif, proses seleksi yang ketat, nilai siswa yang stabil serta tingginya angka kelulusan baik di kelas reguler maupun kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta. (4) Penyelenggaraan proses belajar mengajar di kelas reguler dan kelas imersi SMA Negeri 4 Surakarta sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengajar terutama berkaitan dengan metode yang sering digunakan guru yaitu ceramah, diskusi, tanya jawab dan latihan soal serta menggunakan media pembelajaran laptop dan LCD, proses belajar mengajar di kedua kelas tidak jauh berbeda, perbedaannya terletak hanya pada penggunaan pengantar Bahasa Inggris untuk mata pelajaran yang diimersikan, dan ada native speaker dari luar negeri guna membantu guru dan siswa dalam memperdalam bahasa Inggris. Namun, proses belajar mengajar di kelas imersi menuntut kompetensi guru dan siswa yang lebih tinggi dibandingkan kelas reguler. Hal ini disebabkan fokus dalam pembelajaran memiliki dua arah yakni, guru harus bisa memahamkan siswa dalam Bahasa Inggris dan siswa harus memahami materi dalam dua bahasa.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Ekonomi
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 20 Aug 2013 22:53
    Last Modified: 20 Aug 2013 22:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10176

    Actions (login required)

    View Item