ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA HANDYCRAFT DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2010

PERMANASARI, TIKA (2010) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA HANDYCRAFT DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2010. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1224Kb)

    Abstract

    Peranan sektor industri yang ditujukan untuk memperkukuh struktur ekonomi nasional dengan keterkaitan yang kuat dan saling mendukung antar sektor, meningkatkan daya tahan perekonomian nasional dan kesempatan kerja sekaligus mendorong berkembangnya kegiatan-kegiatan pembangunan di berbagai sektor lainnya dan juga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan pendapatan perkapita. Pembangunan di sektor industri dikembangkan secara bertahap dan terpadu melalui peningkatan keterkaitan antar industri dan antar sektor industri yang memasukkan bahan baku industri, melalui iklim yang merangsang bagi penanam modal dan penyebaran pembangunan industri di daerah sesuai dengan potensi masing-masing dan sesuai dengan iklim usaha yang memantapkan pertumbuhan ekonomi nasional (Todaro, 2000 : 152). Sektor industri diyakini sebagai sektor yang dapat memimpin sektor- sektor lain dalam sebuah perekonomian menuju kemajuan. Produk-produk industrial selalu memiliki dasar tukar (terms of trade) yang tinggi atau lebih menguntungkan serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan produk-produk sektor lain. Hal ini disebabkan karena sektor industri memiliki variasi produk yang sangat beragam dan mampu memberikan manfaat marginal yang tinggi kepada pemakainya (Dumairy, Salah satu industri yang dewasa ini sedang dikembangkan di Indonesia adalah industri kreatif dalam rangka mewujudkan ekonomi kreatif. Industri kreatif adalah bagaimana kreatifitas dari seni, inovasi teknologi dan entreprenuership menghasilkan nilai ekonomi baru. Industri kreatif sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan, UK Government Department of Culture pernah menyebutkan, kegiatan apapun yang dilakukan oleh seseorang, dengan mengandalkan kreativitas, keahlian, dan bakatnya; yang memiliki potensi ekonomi dan mampu menciptakan peluang kerja bagi banyak orang, dapat dikatakan sebagai industri kreatif. Inggris kehilangan industri manufakturnya karena outsourcing dan offshoring. Tenaga kerja murah menggantikan produksi di negara-negara maju menjadi tidak layak. Industri kreatif sebagai industri terbesar kedua di Inggris setelah finansial ternyata mampu memberikan kontribusi nilai tambah yang luar biasa. Menurut definisi Inggris, industri kreatif dapat dikelompokkan menjadi beberapa subsektor, antara lain : periklanan, arsitektur, ketrampilan dan desain furnitur, fashion clothing, produksi film dan video, desain grafis, aplikasi komputer dan games, musik live maupun rekaman, hiburan dan seni panggung, televisi, radio, dan internet broadcasting; seni visual dan barang antik, serta industri surat kabar dan penerbitan. Sesuai dengan definisinya, industri kreatif sangat mengandalkan kreativitas, keahlian, dan bakat seseorang. Artinya, sumber daya manusia menjadi hal terpenting untuk menciptakannya. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk yang sangat besar, bisa dikatakan industri kreatif sangat cocok untuk dikembangkan di negeri kita ini. Menghadapi siklus turun seperti sekarang ini, industri kreatif bisa jadi menemukan momentum terbaiknya. Menurut Joseph A. Schumpeter (1883– 1950), ekonom Austria, pada saat krisis itulah saat terbaik melakukan inovasi. Ketika semuanya serba sulit, sangat dituntut adanya semangat untuk memecahkan kebuntuan tatanan sistem melalui cara-cara kreatif (creative destruction). Di sektor finansial, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menimpa ”orang-orang berkualitas”. Orang-orang yang berkualitas yang mampu bangkit dengan ide kreatif dapat bertahan bahkan mampu mencapai kesuksesan. Industri kerajinan handycraft memuat begitu banyak kreativitas yang merupakan bagian dari industri kreatif mempunyai peluang yang besar dalam mengembangkan perekonomian Indonesia untuk lebih maju. Pengembangan tersebut dicapai melalui pengembangan industri kerajinan handycraft di daerah-daerah yang berpotensi diseluruh Indonesia. Dalam penelitian ini, khususnya di Kota Surakarta. Oleh karena itu, pengembangannya sangat diperlukan karena mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, mampu menciptakan iklim bisnis yang positif, berbasis kepada sumber daya yang terbarukan, dapat menciptakan inovasi dan kreatifitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa. Hal ini digambarkan dalam tabel 1.1 berikut ini. Tabel 1.1 diatas menjelaskan bahwa desain fesyen menempati posisi peertama yang memberikan kontribusi ekonomi yang cukup signifikan. Kerajinan berada di urutan kedua. Ini berarti kerajinan merupakan salah satu penyumbang kontribusi ekonomi yang cukup besar dengan 28% dari total industri kreatif yang ada. Sebagian besar industri kerajinan handycraft terdiri atas industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Pengembangannya sangat diharapkan oleh pemerintah untuk menunjang perekonomian rakyat (Repelita IV 1994). Menurut Soeroto dalam Made Berata (2008), seni kerajinan merupakan usaha produktif di sektor nonpertanian baik untuk mata pencaharian utama maupun sampingan, oleh karenanya merupakan usaha ekonomi, maka usaha seni commit to user kerajinan dikategorikan ke dalam usaha industri. Surakarta mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan Industri kerajinan handycraft ini. Hal ini ditinjau dari tersedianya tenaga kerja yang terampil dan bahan baku yang tersedia. Industri kerajinan handycraft sampai saat ini masih dapat diunggulkan baik dari segi desain maupun mutunya. Industri kerajinan handycraft di Kota Surakarta telah mampu menembus pasar internasional. Sehingga dapat menambah pendapatan daerah. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi dalam mendukung kelancaran usaha, dirasa sangat perlu untuk membentuk suatu wadah sebagai wahana komunikasi, informasi, diskusi serta menjembatani antara pemerintah dengan pengusaha dalam menyelesaikan permasalahan industri. Umumnya, permasalahan tersebut meliputi masalah permodalan, tenaga kerja terlatih, pemasaran, bahan baku, teknologi, dan lain-lain. Suatu wadah yang akan menampung aspirasi pengusaha untuk disampaikan kepada pemerintah melalui instansi terkait. Uraian-uraian diatas mendorong Pemerintah Kota Surakarta untuk mendukung perkembangan industri kerajinan handycraft yang ada di Surakarta. Dalam penelitian ini akan meneliti mengenai modal, tingkat pendidikan, tenaga kerja, orientasi pasar, dan keikutsertaan pengusaha dalam Asosiasi pengusaha terhadap pendapatan pengusaha handycraft yang diharapkan dapat membantu memajukan industri kreatif yang kompetitif dan efisien. Adapun penelitian ini akan dilakukan di Kota Surakarta, dengan pertimbangan jarak yang cukup dekat, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Users 865 not found.
    Date Deposited: 20 Aug 2013 22:49
    Last Modified: 20 Aug 2013 22:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10175

    Actions (login required)

    View Item