TINJAUAN DELAMINASI ATAU RETAK PADA REPAIR MORTAR DENGAN BAHAN TAMBAH POLIMER

SETYANINGSIH, RINI (2010) TINJAUAN DELAMINASI ATAU RETAK PADA REPAIR MORTAR DENGAN BAHAN TAMBAH POLIMER. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1446Kb)

    Abstract

    Rini Setyaningsih, 2010. “TINJAUAN DELAMINASI ATAU RETAK PADA REPAIR MORTAR DENGAN BAHAN TAMBAH POLIMER”. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Polimer Resin Bening adalah bahan kimia yang berbentuk cair menyerupai minyak goreng tetapi agak kental. Resin bening berfungsi untuk merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan. Resin bening adalah polimer dimana pada temperatur ruang berbentuk cair, lengket dan kental. Penambahan polimer dalam mortar diharapkan dapat meningkatkan kinerja mortar, seperti pengurangan retak plastis pada umur awal, pengurangan susut pada mortar dan juga spalling ketika mortar sudah mulai retak. Penggunaan polimer dalam mortar atau beton juga dapat meningkatkan daktilitas mortar dari sifat getas menjadi lebih daktil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja repair mortar dengan bahan tambah polimer terhadap terjadinya pengelupasan (delamination) pada mortar yang terjadi karena susut terkekang. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap susut terkekang dan perubahan elevasi lapisan mortar pada kedua ujung benda uji. Pengamatan ini akan diperoleh data susut terkekang dan perubahan elevasi lapisan mortar kemudian dilakukan analisis sehingga dapat diketahui pengekangan susut pada repair mortar dan pengaruh susut terkekang terhadap kecenderungan delaminasi serta bagaimanakah pengaruh penambahan polimer terhadap susut dan perubahan elevasi. Variasi benda uji yang digunakan yaitu motar biasa, mortar dengan bahan tambah polimer 0%, 2%, 4%, 6% dan SIKA. Hasil pengamatan menunjukan nilai pengekangan mortar biasa, mortar dengan bahan tambah polimer 0%, 2%, 4%, 6% dan SIKA secara berurutan adalah 56,62%; 61,68%; 83,21%; 83,96%; 86,70% dan 28,76%. Hal ini membuktikan bahwa mortar dengan bahan polimer mengalami pengekangan lebih besar daripada mortar tanpa polimer. SIKA repair mortar mengalami delaminasi. Nilai rasio antara susut terkekang dengan perubahan elevasi cenderung konstan setelah mortar umur 7 hari. Penambahan polimer dapat mengurangi susut, karena polimer berfungsi sebagai perekat antara repair mortar dengan beton. Susut terkekang yang kecil menyebabkan perubahan elevasi kedua ujung mortar menjadi kecil. Kata kunci: delaminasi, polimer, repair mortar dan susut terkekang

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Users 845 not found.
    Date Deposited: 20 Aug 2013 22:38
    Last Modified: 20 Aug 2013 22:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10168

    Actions (login required)

    View Item