ANALISA GAMBAR SENI SECARA KELOMPOK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN CERITA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI GRINGGING 1 KECAMATAN SAMBUNGMACAN KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SUJARMI, (2009) ANALISA GAMBAR SENI SECARA KELOMPOK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN CERITA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI GRINGGING 1 KECAMATAN SAMBUNGMACAN KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (156Kb)

    Abstract

    Sujarmi, ANALISA GAMBAR SENI SECARA KELOMPOK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS KARANGAN CERITA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI GRINGGING 1 KECAMATAN SAMBUNGMACAN KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Penelitian Tindakan Kelas, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2009. Tujuan penelitian ini adalah : 1. Agar guru dalam mengajar menggunakan media pembelajaran. 2. Agar guru mampu meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran. 3. Agar guru mengaitkan ada tidaknya peningkatan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran analisa gambar seni secara kelompok. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan dua siklus dengan cara 1. Melakukan Identifikasi masalah 2. Melakukan analisis dan perumusan masalah 3. Formulasi solusi dalam bentuk karangan cerita. Penelitian dilakukan di SD Negeri Gringging 1 Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Gringging 1 Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009 / 2010 sejumlah 28 siswa, dengan strategi tindakan berupa : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru jangan memberi informasi materi tentang konsep dengan ceramah terus, tetapi siswa diajak berlatih menyelesaikan masalah dengan pemecahannya menggunakan media pembelajaran. 2. Guru bukan sebagai informan tetapi guru sebagai fasilitator dan motivator 3. Dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya dengan menggunakan media pembelajaran, karena media dapat merangsangnya untuk belajar. 4. Media Pembelajaran dapat memperjelas penyajian materi pelajaran agar tidak terjadi verbalisme. 5. mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. 6. Mengatasi sikap pasif, menimbulkan motivasi belajar, serta mengatasi perbedaan latar belakang. 7. Memungkinkan interaksi secara langsung antara anak didik dengan lingkungannya. Seandainya persepsi siswa belum sama, maka guru perlu mengulangi kembali bagian konsep/materi yang kurang dipahami oleh siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih menarik, sehingga perhatian dan motivasi belajar siswa meningkat, dan selanjutnya guru memberikan pemantapan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
    Depositing User: Users 845 not found.
    Date Deposited: 20 Aug 2013 21:07
    Last Modified: 20 Aug 2013 21:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/10093

    Actions (login required)

    View Item