PEMETAAN DAMPAK EKONOMI PARIWISATA DALAM PENERAPAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM (CBT)

Astuti, Yuniati Dina (2010) PEMETAAN DAMPAK EKONOMI PARIWISATA DALAM PENERAPAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM (CBT). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2018Kb)

    Abstract

    kritikan atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh mass tourism. Kemudian mendapatkan perhatian lebih pada tahun 2000, dimana Bank Dunia (World Bank) mulai memikirkan bagaimana caranya menanggulangi masalah kemiskinan melalui sektor pariwisata yang kemudian dikenal dengan “community-based tourism” (CBT). Selanjutnya diidentifikasi adanya tiga kegiatan pariwisata yang dapat mendukung konsep CBT yakni adventure travel, cultural travel dan ecotourism. Bank Dunia yakin bahwa peningkatan wisata adventure, ecology dan budaya akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan sekitarnya sekaligus memelihara budaya, kesenian dan cara hidup masyarakat di sekitarnya. Selain itu CBT akan melibatkan pula masyarakat dalam proses pembuatan keputusan, dan dalam perolehan bagian pendapatan terbesar secara langsung dari kehadiran para wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum dampak ekonomi pariwisata dalam penerapan konsep Community Based Tourism di Desa Wisata Kebon Agung, serta mengidentifikasi dan menganalisis manfaat ekonomi yang tercipta dari penerapan konsep CBT pada Desa Wisata Kebon Agung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui koefisien multiplier yang terjadi dari kegiatan wisata tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitaian deskriptif kuantitatif. Sebagai alat bantu pembahasan, pada penelitian ini juga menerapkan pendekatan kualitatif. Penjelasan dilakukan secara deskriptif baik data kualitatif maupun kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan pengumpulan data sekunder. Hasil data akan dianalisis dengan teknik analisis model interaktif. Untuk menghindari keraguan pada hasil data, digunakan teknik triangulasi sumber data, yakni dengan melakukan cross check data dari beberapa sumber yang berbeda mengenai masalah yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (i) Konsep pengembangan wisata berbasis masyarakat (CBT) yang diterapkan di Desa Wisata Kebon Agung, secara nyata memberikan manfaat berupa tambahan pendapatan kepada komunitas; (ii) Koefisien multiplier yang terjadi pada masing-masing kunjungan adalah 2,97; 2,90 dan 2,94 ; (iii) Total pengeluaran yang terpakai adalah sebesar sebesar 95% dari total transaksi yaitu sebesar Rp 25.892.500,-; (iv) Secara keseluruhan, uang yang terdistribusikan kemasyarakat atau komunitas adalah sebesar 71,28% dari total pengeluaran yang terjadi dengan share terbesar adalah paket akomodasi sebesar 44,54%. Kebocoran distribusi diluar komunitas adalah sebesar 28,72% dengan share terbesar adalah pada paket batik yaitu sebesar 10,70%; (v) Secara keseluruhan, 70% dari total item transaksi dapat menciptakan value added, atau sebanyak 17 pos item dari 27 pos item yang ada dapat menciptakan nilai tambah; (vi) Adanya dana pengembangan yang masuk ke komunitas terkait dengan adanya kegiatan kepariwisataan; (vii) Pada penelitian ini juga menemukan adanya beberapa keterbatasan dalam penerapan konsep CBT di Desa Wisata Kebon Agung, antara lain adanya kebocoran (leakage), lemahnya manajemen lokal dan bargaining power, limitted carrying capacity dan kurangnya ketersediaan lahan praktek pertanian Kata Kunci : Community Based Tourism, Pariwisata, Koefisien Multiplier, Dampak/manfaaat Ekonomi Pariwisata.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 18 Jul 2013 10:11
    Last Modified: 18 Jul 2013 10:11
    URI: http://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6392

    Actions (login required)

    View Item