IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. ANTAM Tbk. UBPE PONGKOR, BOGOR, JAWA BARAT

Nugroho, Dedi Wahyu (2009) IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. ANTAM Tbk. UBPE PONGKOR, BOGOR, JAWA BARAT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (263Kb)

    Abstract

    Seiring dengan lajunya pembangunan yang pesat di negara ini, diikuti pula perkembangan di semua sektor perekonomian. Salah satunya adalah sektor industri. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sektor ini cukup banyak menyedot tenaga kerja sebagai salah satu komponen produksinya. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) atau sering disebut (Occupational Health and Safety) merupakan hal yang penting dalam setiap proses dan operasional, khususnya dalam masyarakat yang sedang beralih dari suatu kebiasaan lain. Akan tetapi masalah K3 sering diabaikan oleh banyak perusahaan. Hal ini dikarenakan kesadaran akan keselamatan atau Safety Awareness baik pihak manajemen atau karyawan sendiri masih rendah. Padahal selain untuk kesehatan dan keselamatan karyawan, K3 juga memberikan dampak bagi efisiensi dan produktivitas (Pasiak Royke, 1999). Dalam era industrialisasi, penerapan teknologi baru dan tinggi serta penggunaan peralatan, mesin dan alat bantu yang serba modern dan canggih merupakan salah satu pilihan yang tidak dapat dihindarkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Tetapi disisi lain penerapan teknologi modern yang mengandung potensi bahaya yang tinggi mempunyai dampak negatif yang dapat menimbulkan kecelakaan dengan akibat fatal korban manusia, kerusakan peralatan dan tercemarnya lingkungan (Gunardi Eko, 1999) Industri pertambangan memiliki karakteristik dan sifat yang khusus, baik berhubungan dengan kegiatan operasional pertambangan ataupun yang ada kaitanya dengan faktor resiko bahaya tinggi dalam produksinya. Ciri khusus ini menjadi upaya pengendalian potensi dan resiko bahaya yang dijabarkan lewat program K3 yang bersifat khusus pula (Gunardi Eko, 1999). Menurut Soebroto (Teguh Santoso, 2004) ciri-ciri khusus dalam kegiatan pertambangan antara lain: Daerah operasi di tempat jauh dari sarana umum dan kemudahan lainnya. Pengusahanya penuh dengan bahaya sebagai akibat masalah tekanan dan temperatur. Memerlukan teknologi yang canggih dan investasi yang sangat besar dan peralatan-peralatan khusus. Memerlukan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus. Salah satu kegiatan pertambangan di Indonesia dilakukan oleh PT. ANTAM Tbk. UBPE Pongkor terus melakukan pengembangan dan perluasan industri untuk mendukung peningkatan out put emas. Sehingga dibutuhkan peralatan canggih dengan kemungkinan resiko yang juga akan semakin besar. Untuk mengantisipasi resiko kecelakaan dan kerugian, diperlukan upaya K3 bagi pegawai PT. ANTAM Tbk. UBPE Pongkor demi tercapainya efektivitas suasana kerja yang aman dan sehat. Pengalaman menunjukkan bahwa dengan penerapan K3 disetiap tempat kerja dengan sebaik-baiknya akan mampu mencegah timbulnya dampak negatif dari penggunaan teknologi yang mengandung potensi bahaya tinggi, sehingga xii segala macam bentuk material atau finansial serta dalam bentuk kerusakan yang paling berat sekalipun akan dihindarkan. Disini penulis mencoba memberikan deskripsi tentang pengelolaan K3 di PT. ANTAM Tbk. UBPE Pongkor sebagai tugas magang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pokok permasalahan yang ingin dibahas penulis adalah : 1. Bagaimana kegiatan proses produksi di PT. ANTAM Tbk. UBPE Pongkor. 2. Faktor bahaya dan potensi bahaya apa saja yang ada di PT. ANTAM Tbk. UBPE Pongkor (PT. Aneka Tambang Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor). 3. Gambaran umum pelaksanaan K3 di PT. ANTAM Tbk. UBPE Pongkor.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 15 Jul 2013 16:34
    Last Modified: 15 Jul 2013 16:34
    URI: http://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5190

    Actions (login required)

    View Item