PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERISTIWA PROKLAMASI INDONESIA DALAM PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 PERENG KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Nurhasanah, Sarifah (2010) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERISTIWA PROKLAMASI INDONESIA DALAM PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 PERENG KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik dari pola pikir yang awan dan kaku menjadi lebih modern. Hal tersebut perlu ditingkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Pengkajian proses pembelajaran menuju kearah yang lebih efektif dan efisien tidak terlepas dari peranan guru sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah. (UU No.20 tahun 2003) Upaya pengkajian proses pembelajaran terutama pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masih terus dilakukan. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial masih dipandang sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan oleh sebagian siswa akan materinya selalu berkembang secara dinamis sesuai perkembangan zaman. Upaya untuk mengatasi masalah ini telah dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan mengadakan penataran-penataran guru mengenai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Disisi lain peningkatan pemahaman isi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menuntut siswa banyak berlatih mengenai pemahaman materi. Sementara itu masih banyak siswa yang malas untuk membaca, belajar dan mengerjakan soal-soal latihan secara mandiri, termasuk mengupas dan menyajikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi mata pelajaran yang kurang menarik bagi siswa. Keberhasilan dalam pembelajaran biasanya diukur dari siswa dalam memahami dan menguasai materi yang dipelajari. Semakin banyak siswa yang dapat mencapai tingkat pemahaman dan penguasaan materi maka semakin tinggi keberhasilan dari pengajaran tersebut. Salah satu mata pelajaran yang mempunyai prestasi belajar rendah di Sekolah Dasar Negeri 01 Pereng adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Karena mata pelajaran ini termasuk mata pelajaran yang kurang diminati siswa, karena bahannya yang sangat banyak, bersifat abstrak dan materinya diambil dari lingkungan kehidupan sehari-hari yang umumnya disajikan guru dengan cara yang kurang menarik. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) termasuk salah satu yang harus dikuasai oleh anak di samping membaca dan menulis. Hal ini dikarenakan anak sering kurang memperhatikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), mereka menganggap Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai pelajaran yang mudah dipelajari. Selain itu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya materi pokok peristiwa proklamasi Indonesia merupakan mata pelajaran yang kurang menarik bagi siswa. Hal ini terjadi karena mata pelajaran membahas hal-hal yang terjadi masa lampau dimana anak tidak mengalami dan menyaksikannya. Memang banyak model dan strategi pembelajaran yang menyarankan dan telah diterapkan para guru agar siswa melihat secara langsung bukti-bukti sejarah atau peninggalan misalnya dengan karya wisata atau menggunakan media semi konkrit dengan menyaksikan tayangan cerita sejarah melalui video akan tetapi metode di atas dapat dikatakan kurang efektif dan kurang efesien. Karena banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakannya. Meskipun IPS merupakan mata pelajaran wajib, Namun pada kenyataan nilai rata-rata mata pelajaran IPS kelas V semester genap SD N 01 Pereng Mojogedang Karanganyar yaitu 61,71 padahal batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 65. Berdasarkan data tersebut siswa mampu mencapai nilai ≥ 65 hanya 30% dari 35 siswa kelas V, sedangkan sisanya memperoleh nilai di bawah Ketuntasan Minimal tersebut. Hal ini dikarenakan hampir 70% siswa kurang memahami dan menguasai materi tersebut. Maka perlu ditingkatkan pemahaman siswa terhadap peristiwa proklamasi Indonesia untuk menumbuhkan pentingnya rasa Nasionalisme bangsa agar tercapai cita-cita bangsa yang masih negara berkembang menjadi negara yang maju. Dan jika tidak ditingkatkan pemahaman siswa terhadap materi pokok peristiwa Proklamasi Indonesia maka rasa Nasiolisme terhadap bangsa Indonesia juga berkurang yang menyebabkan rasa apatis atau tidak perduli akan nasib bangsa. Sehingga berakibat fatal terhadap masa depan bangsa serta dapat terancam kesejahteraan bangsa Indonesia karena tidak adanya rasa cinta pada bangsa sendiri. Oleh karena itu untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran IPS materi peristiwa proklamasi Indonesia peneliti bermaksud mencobakan penerapan model pembelajaran tipe STAD sebagai model pembelajaran di kelas V SDN 01 Pereng Karanganyar. Model pembelajaran ini diterapkan agar dapat membantu guru khususnya dalam meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu agar penyajian bahan ajar IPS menjadi lebih menarik sehingga diharapkan siswa tidak lagi merasa bosan dan jenuh dengan materi pelajaran. Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang merupakan sebuah pendekatan yang baik bagi guru baru untuk memulai menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam kelas (Pradyo Wijayanti, 2002:2). Pada pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa untuk bekerjasama dalam menyelesaikan tugas. Gagasan utama untuk menggunakan STAD adalah untuk memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai yang diajarkan guru. Pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan masing-masing beranggotakan 4-5 siswa, setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dari laki-laki dan perempuan, memiliki kemampuan yang beragam, kalau dimungkinkan berasal dari berbagai suku. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran atau melakukan diskusi. Metode STAD mengarahkan siswa belajar dengan cara mengkonstruksi berbagai pengetahuan yang diperoleh dari belajar sendiri dan sharing dengan teman sekelompoknya. Siswa dapat memperoleh pengetahuan dari bertanya, pemodelan dan berbagai sumber informasi yang lain. STAD ini juga sebagai salah satu cara membentuk masyarakat belajar.. http://www.trisnimath.blogspot.com/ Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. Model pembelajaran STAD merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif atau cooperative learning yang paling sederhana. Model cooperative learning sistem STAD merupakan salah satu tipe cooperative learning yang bertujuan mendorong siswa berdiskusi, saling bantu menyelesaikan tugas, menguasai dan pada akhirnya menerapkan keterampilan yang diberikan. STAD melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok atas pembelajaran dalam kelompok yg terdiri dari anggota 4-5 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda. http://iewanbudhi.blogspot.com/2010/02/model-pembelajaran-stad-student-teams.html Dalam pembelajaran IPS (sejarah) menggunakan metode STAD, siswa akan merasa senang dan termotivasi untuk belajar, sehingga perhatiannya penuh dalam mengerjakan tugas, belajar penuh keikhlasan akibatnya penguasaan memahami materi pelajaran tersebut meningkat dengan harapan terlaksananya hasil belajar secara optimal. Di samping itu model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami-konsep sulit, tetapi juga sangat berguna untuk menumbuhkan interaksi antara guru dan siswa, meningkatkan kerjasama, kreativitas, berpikir kritis serta ada kemauan membantu. (Ibrahim Muhammad, 2000 : 25). Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut : (1) Faktor – faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa kelas V SD N 01 Pereng Karanganyar rendah, (2) Mata Pelajaran IPS syarat akan konsep abstrak yang sukar dipahami oleh siswa IPS pada pokok bahasan peristiwa proklamasi Indonesia siswa kesulitan dalam memahami materi, (3) Proses pembelajaran IPS masih dilakukan secara konvensional, (4) Siswa mempunyai ketidak tertarikan pada metode ceramah yang digunakan guru dalam menyampaikan materi IPS khususnya materi peristiwa Proklamasi Indonesia. Dengan adanya permasalahan yang cukup banyak, maka peneliti membatasi pada : Peningkatan pemahaman peristiwa Proklamasi Indonesia dalam Pelajaran IPS pada siswa kelas V SD Negeri 01 Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar dengan metode kooperatif tipe STAD. Dan Upaya guru untuk meningkatkan pemahaman peristiwa Proklamasi Indonesia pada pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD SD Negeri 01 Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD untuk Meningkatkan Pemahaman Peristiwa Proklamasi Indonesia dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya siswa kelas V SD 01 Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar 2009/2010.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 11 Jul 2013 17:52
    Last Modified: 11 Jul 2013 17:52
    URI: http://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2398

    Actions (login required)

    View Item